Sabtu, 27 Mei 2017

Jalan Semu

Tak ku mengerti berapa banyak waktu yang harus ku habiskan
Untuk sekedar mengatakan aku melakukan
****
Ada kalanya melihat hanya sebatas sinar putih yang kian menghitam
Mungkin saat itu, hayalku sedang bekerja
****
Melihat sebuah jalan, ditengah harapan maha membosankan
Sungguh sangat tak bersahabat
Untuk mengatakan "aku menyukainya"
Melihat Jalan itu  yang menampilkan pandangan serupa,
Mungkin berpesan agar angan ku terus bekerja
Mengapa waktu itu, ku tak memilih gelap untuk sekedar mencari jalan terang
Kini sebuah asa dalam kesendrian yang mengharapkan belaian kasih sayang dari seseorang
****
Kasih itu begitu mahal untuk sekedar di harapakan
Meski ku sangat naif untuk sekedar berandai
Sinar bintang hanya di ciptakan untukku
Dan kusus menyinariku
****
Dulu kata andai hanya sebatas mitos yang tak kunjung terselesaikan
Kini kata andai itu sulit untuk sekedar disentuh
Merintih dan berdoa, dimanakah ku berada
Sekedar meminta berilah sebuah cinta
Agar ku bisa beradai dalam terang
Yang kelak ku akan berbahagia
Meski kata bahagia tak begitu menenangkan (****)
#catatan harian

Sabtu, 15 April 2017

Berdamai

(Danau Toba, Samosir, day 19/01/2017)
Selalu ada sisi bagian tersembunyi dari diri
yang menggenapkan sendi kehidupan
memilih arti kehidupan dengan penuh kejutan
kerena kehidupan penuh kejutan
maka jangan lah engkau terkejaut dengan kepalsuan
*********
terkadang ada kalanya seseorang harus pergi jauh dari dirinya,
mencari perjalanan dirinya,
mendapatkan apa yg sesuai dari dirinya,
untuk sekedar beralasan untuk berbahagiya
**********
seseorang yang mencari, pasti akan mendapatkan
setiap percarian, ada sisi kehidupan yang mengajarkan
arti tulus dalam rintihan harapan
melangkah kedepan bukan berarti terbebas dari persoalan
akan ada masa lalu yg menghadang untuk sekedar terdiam
mengingat semua kenangan
kesakitan itu akan muncul, mana kala sepi sebagai penolong
*********
berjalan mencari jati diri itu seperti berjalan di sesawahan
sesekali tenang, meski banyak keresahan
atau sekedar diam diantara keramaian,
tidak menjadi bagian, namun harus larut didalamnya
sesuci embun pagi membawa sebuah pesan perdamaian
berjarak untuk sekedar memanggil kata hati
bisikan hati jauh menyakitkan, bisa tentang pengabdian, atau sekedar menenangkan diri
*********
sepi ini membuat resan, dalam setiap diam yang melelahkan
terkadang resah itu menjadi teman dan juga pelipur lara
sudah lama singgah di sudut-sudut derita mata
resan itu melintas di batas pengertian
memaksa agar terus bergerak
***********
hingga saat ini, melawan diri, menjadi hal terberat
masih belum berdamai dengan diri
meski ku berusaha sekptis dalam memahami kehidupan
agar romantisme melekat dalam harmoni cinta
semoga kelak disetiap langkah dan di setiap perjalanan
semoga..........****** (catatan penulis jalanan)

Selasa, 11 April 2017


Bagi Yang Tidak Beruntung



telah nampak keriput telah akrap diwajah, sedikit bumbu kekesalan. bergaris membentuk takdir. bisakah dirubah ditangan pemimpin(cetusnya).
 pejuang asa, ditengah realita kehidupan jalanan. senyap, hening dan mengghilang. bukan apa-apa, bukan pula kendaraanya. tapi asap dapur yang tidak lagi mengebul. 
sudah pula dirasakan asam getir, pahit tilang, karena sang waktu memburu, hingga lupa, apa yg dilakukan, kemaren, seminggu yang lalu, 1 bulan, setahun, 10 tahun dst.
dunia dipenuhi orang-orang yang tidak beruntung.
anggap teknologi untuk orang yang beruntung. ada kalanya orang dilahirkan dalam ketidak beruntungan, dan itu dianggap sebagi beban dilingkunganya. ketidakberuntungan dimiliki bagi mereka yang dilarikan tidak kaya(miskin). dan biasanya mereka pergi kekota untuk mecari kehidupan yang tidak malu. perinsipnya lebih baik makan singkong diperantauan dibandingkan makan beras di kampung. ketidak adaan harta, yang cukup, membuat mereka bak seperti semut menyerang gula, menggerubun membentuk komunitas dan berjuang. salahkah? tidak. lalu mereka dibilang sang perambah, menempati sudut-sudut pinggiran kota, hanya untuk sekedar sembunyi dari sinar mentari. hingga legalitas menjadi persolan dikemudian hari. anggap besok digusur. pilihanya melawan sia-sia, membongkar sendiri tidak tega, hingga berbedar diri rumah saja di ganti dengan uang santunan Rp, 1500.000 atau lebih dikit,dikit, dikit aj.
ingin pulang, bercanda dengan alam, tapi marwah terus menebar gengsi, kelak engkau lupa arti kembali.
senyap-senyap malam terus menusuk batas-batas pemikiran
(anggap itu mimpi buruk).
sudah lupa betapa sakit saat mata melelah, dan pikiran terus bekerja
mungkin besok akan sama, atau lebih parah, sedikit harapan akan lebih itupun satu tingkat aja
kejam sudah dirasa, dengan etos kejara, bergerak ligat, agar tak tertekong. sakit memang, ya udah itu memang rodanya
sudah seharunya hak-haknya diamankan. bukan sekarang tapi nantik waktu musim demokrasi sedang terjadi
bisa jadi mereka jadi alat pemuas diri, untuk satu tahta sejati
lupa akan konsep diri (hidup untuk mati, dalam suasana tingkat religi tinggi),
sudah mereka sedang di ujung asa, mana kala hita jadi putih, yang kemudian jadi hitam pekat, lekat dan melekat(gkk papa salah kata)
sejatinya hitam itu abadi, kenapa mencoba jadi putih, toh nantinya jadi abu-abu!, (paham diri)
undur diri, berjuang harus berubah-berubah diawali dari kemauan, yang dikuatkan dengan tekat, serta dorangan doa. semoga kelak merka tersadar, pinggiran bukan berarti musuh (sampah kota).
nantinya merka akan jadi penyelamatmu(tukang becak), merayu jalan yang ngambek. (catatan kecil, penulis jalanan). Yofi
Kegagalan Paham Islam Sinkretis
Oleh: Yofiendi Indah Indainanto



Membaca dari media online ada seorang jendral mengatakan cara melawan sikap ideologi radikal adalah dengan melawanya dengan idologi pemikiran bukan melawan dengan kekerasan, ada tiga ideologi yang dapat melawan ideologi radikal, pertama Pancasila, Islam Sinkretis, dan demokrasi. Namun fokus perhatian tertuju pada Islam Sinkretis yang menyebut ada dua bentuk Islam sinkretis yang ia maksud di Indonesia. Pertama adalah Islam nusantara yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama, dan Islam berkemajuan ala Muhammadiyah. Benarkah yang dimaksudkan?, atau ini bentuk gagal paham yang terjadi?, atau ini hanya pernyataan politik?.  
Bagaimana menyatukan sesuatu yang dianggap itu berbeda?. Bekerja pada ranah abstrak yang memunculkan ketidakpastian. Biasanya ini menyerang orang dengan tinggkat keimana rendah. Membenarkan sebuah ajaran agama yang ideal menjadi perakteknya. Agama Islam iya, tapi toleransi iya. Bagaimana melihat persolan ini. ada sebuah contoh seorang muslim menggungkapkan semua ajaran agama didunia itu sama. Di Islam punya salam Asalamualaikum, di Agama Nasrani ada shaloom , di Agama Hindu Om Swastiastu, lalau benarkah semua itu, bahwa agama pada dasarnya sama?.
Bagaimana jadinya semua ajaran Agama disatukan dengan mengedepankan kesaman-kesamaan yang berada pada garis luarnya. Paham Sinkretisme menghendaki penyatuan ajaran-ajaran agama dengan berbagai bentuk kepercayaan. Kepercayaan itu bisa berupa aliran-aliran, keyakinan tertentu dan sesuatu yang dianggap benar oleh segolongan. Paham ini menghendaki keserasian dan kesembangan sebagai bentuk kesempurnaan ajaran. Mitos, kebudayaan, dan tradisi akan mempengaruhi ajaran sebuah agama tidak terkecuali dengan Islam. Ensiklopedia Britannica menyebutkan bahwa  Religious syncretism is the fusion of diverse religious beliefs and practices (paham sinkretisme adalah penyatuan beberapa ajaran agama yang berbeda).
Pendapat lain mengatakan, Sinkretisme seperti yang dijelaskan oleh John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, adalah fenomena bercampurnya praktik-praktik dan kepercayaan-kepercayaan dari sebuah agama dengan agama lainnya sehingga menciptakan tradisi yang baru dan berbeda. Derajat identifikasinya sangat beragam sehingga sulit membedakannya dengan praktik bid'ah yang diperdebatkan.
Ada contoh pendapat dua orang tokoh, yaitu Ibnu Sab`in dan Ibnu Hud at-Talmasani yang mengatakan bahwa orang yang paling mulia adalah yang mengajak semua umat beragama bersatu secara menyeluruh dalam satu wadah. Apabila sudah terjalin persatuan di antara umat beragama, maka seorang itu bebas mengamalkan ajaran Islam, Nasrani, maupun Yahudi dalam waktu yang bersamaan. (dikutip dari al-Raddu ala al-Manthiqiyyin Ibnu Taimiyah hlm.282 ).
Sikap sinkretisme sangat berbahaya dalam kehidupan beragama terutama dalam ajaran Islam. Sikap ini akan memunculkan pembenaran sepihak bagi para penganutnya. Semisal diagama Islam dilarang memakan  daging babi karena haram, pada seuatu ketika memakan babi akan jadi halal manakala dagin sapi, kambing dan yang halal lainya agak sulit dicari. Bagaminan anda melihatnya. sejatinya sikap ini menghadirkan kompromi pada hal-hal yang bertentangan dan berbeda menjadi sesuatu yang diangap kompromi. Parahnya jika ini terus berkembang ditengah masyarakat akan menimbulkan pengaruh pada degradasi moral dan etika beragama. Ajaran Islam akan tergerus pada konsep-kosep pembenaran sepihak, kedoknya selalu menyebut itu toleransi.
Anggap semua agama sama, sepakatkah?, jawablah. Tapi jika anda menjawab sepakat, anda termasuk kedalam golongan sinkretisme. Kenapa?, jawabanya adalah tidak ada agama yang sama dimuka bumi. Semua perbedaan yang ada di agama tidak bisa disatukan dalam wadah kebenaran sepihak. Kenapa di ciptakan agama banyak, pasti karena perbedaan didalamnya.  Agama yang berlainan di Indonesia  seperti, Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Islam akan bertentangan ajarannya, kemudian dicarilah dari masing-masing agama perbedaan yang mencolok yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan ketidaktoleran, dari situlah perbedaan itu akan dilebur dan disatukan kembali menjadi sesuatu yang satu dan utuh, lalu menganggap ‘Semua Agama Benar”.
Paham Sinkretisme bentuknya sangat lembut seperti sutra yang tidak akan disadari dengan pikiran penentang. Bagaimana menghadapi musuh yang tidak terlihat?, musuh itu ada, dan selalu menyerang  menggunakan alat-alat propaganda. Bisa itu seperti, berbicara, bisa itu menulis atau bisa itu seperti sebuah kebiasaan. Ketika beberbicara tentang kemanusiaan tentu tidak akan berbicara tentang perbedaan agama didalamnya. Semua akan berbondong-bondong membantu. Lalu alasan itu bisa tidak digunakan untuk kepentingan agama?, jawablah. Pada dasarnya  konsep ini sangat fundamental untuk menggambarkan sebuah perbedaan yang disamakan. Diagama Islam akan sangat berbeda dengan diagaman lain, dengan perbedaan itu dijadikan kekuatan untuk menggembangakan sebuah ajaran baru, melalui metode-metode toleransi. Apakah toleransi sebagai akar sikap Sinkretisme?, tentu tidak, sangat berbeda konsep dasar ini. toleransi hanya bekerja pada ranah kemanusiaan, dan menghargai kepercayaan. Bukan berkaitan ranah akidah seseorang.
Di Mesir, pada tahun 1919 M terjadi upaya penyatuan Islam dan Nasrani dibawah pimpinan Sa`ad Zaghlul, hingga terjadi pula pembauran lambang persatuan, seperti yang dinyatakan oleh Muhammad Rasyid Ridho dalam Kitabnya al-Islam wal Hadharah al-Arabiyah hlm. 81. Pada kalangan modernis muslim yang tertipu dan ikut sibuk memarakkan gerakan sinkretisme ini, dapat disebutkan antara lain,  Dr. Abdul Aziz Kamil mengatakan, ‘Kami di Timur Tengah mengimami keesaan Allah, baik lewat satu agama maupun lewat agama lain. Saya katakan dengan tegas bahwa Islam, Nasrani, dan Yahudi adalah sama bahkan dalam pengertian trinitas Nasrani berakhir kepada keesaan Tuhan. Inilah yang dinamakan wilayah Tauhid (keesaan Tuhan). Hanya saja gambaran dan penafsiran secara filsafat yang berbeda’  (Al-Islam wal Ashr, karangan Abdul Aziz Kamil), Dr. Rifa`ah Thanthawi berpendapat bahwa tidak ada istilah Kafir dan Mukmin pada manusia. Yang ada hanyalah manusia modern dan prinitif (Ghazwun min ad-Dahkil hlm.. Dr. Muhammad Imarah),  Dr. Hasan Hanafi dengan terang-terangan menyatakan bahwa hakikat agama itu tidak ada, yang ada hanyalah peninggalan kaum tertentu yang lahir dari zaman tertentu sehingga memungkinkan untuk berkembang di masa-masa tertentu atau masa berikutnya (at-Taurats wat Tajdid hlm. 22 karangan Hasan Hanafi), Dr. Muhammad Imarah mempunyai pandangan bahwa gerakan ini adalah untuk menyatukan agama Ilahi (agama Samawi).Bagaimana melihat persoalan itu? engkau lah yang mengerti.
Indonesia sebagai yang mayoritas muslim terbesar didunia tidak terlepasan praktik Sinkretisme dalam kehidupan beragaam Islam. Kebudayaan yang melekat dengan banyak tradis di masyarakat sangat mempengaruhi seperti Kejawen yang merupakan kebudayaan Jawa asli  sinkretisme antara kepercayaan kuno dengan ajaran agama yang datang kemudian seperti Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Diantara campuran tersebut yang paling dominan adalah ajaran agama Islam. Ajaran Islam dijawa banya yang tercampur dengan budaya lokal serta tradisi-tradisi dimasyarkat yang hingga saat ini tidak bisa dihilangakan. Banyak gerakan Islam yang berusaha menghilangakan paham sinkretisme sebagai bentuk bidah. Nyatanya hingga saat ini peraktik itu masih berkembang.
Akan banyak orang gagal memahami makna dan konsep Islam Sinkretis, bentuk yang tidak terlihat, hingga sangat lembut tidak diketahui bentuknya, karena berkaitan dengan paham, akan banyak orang terjebak dengan konsep ini. lagi Islam akan mengalami perkembangan jaman, bukan hanya perubahan umat, melainkan juga ajaranya mana kala masih banyak umat Islam yang apatis menangkal doktrin sesat.

Rabu, 05 April 2017




Tuduhan Makar yang Menyesatkan
Oleh: Yofiendi Indah Indainanto
Tuduhan seperti apakah yang akan mengusik kehidupan bernegara, makar atau kudeta?, benarkah makar hanya diperuntukan untuk umat Islam?. Nilai dan konteks mengerucut pada kepentingan politik. Saat pengusaha politik telah mengalami ketakutan, yang akan terjadi adalah penyalahgunaan kekuasaan, ringan tangan dan kebal hukum. Anggap seperti itu, memikirkan keluh-kesah bisa jadi dituduh makar, karena bulum ada standarisasi seperti apa yang dikatakan makar oleh elit penguasaha. Wadahnya kan politik, sifat politik yang dinamis semua bisa membenarkan yang salah dan menyalahakan yang benar, hati-hati saja, sapa tahu anda bangian dari target incaran makar.
Tepat tanggal 31 maret atau disingkat 313, umat Islam kembali melakukan aksi bela Islam, dalam upaya membela agama yang mengalami penistaan dengan mengedepankan rasa kemanusiaan tinggi dalam kehidupan berdemokrasi. Jutaan umat Islam datang berbondong-bondong mengikuti jalanya aksi di pusat Ibukota. Ada sisi baik dalam aksi yang terjadi, bukan hanya persoalan agama, melainkan persoalan kepedulian umat terhadap jalanya proses demokrasi di negeri Ibu Pertiwi. Ada terbesit pertanyaan tentang aksi, apakah benar aksi  bela Islam itu hanya sebatas urusan Agam?, mana tahu ada sebagian orang menilai seperti itu.
Memulai dari kupas sejarah, tidak ada aksi sebulmnya didunia dalam membela agama seperti di Indonesia. kesan besar, hikmat, dan damai, hiyasan itu selau mengisi layar kaca dan pemberitaan di setiap media. Namun kembali kepertanyaan dasar benarkah itu hanya sebatas persoalan agama?. Secara politik negara, kasus seperti itu banyak terjadi di banyak negara dunia, seperti yang terjadi dinegara Arab beberapa tahun belakangan. Indonesia dengan berbagai bentuk karakter masarakatnya memiliki bebagai pandangan dalam berjuang, yang kesemua itu hanya mampu disatukan agama dan kecintaan terhadap bangsa.
Kehidupan negara demokrasi tidak terlepas dari kebebasan dalam menyampaikan pendapat. Menurut profesor  politik dari univeristas Yale Robert A Dahl. Idealnya sebuah sistem demokrasi harus memiliki, Persamaan hak pilih dalam menentukan keputusan kolektif yang bersifat mengikat, Adanya partisipasi yang efektif yang setiap warga memiliki hak dan yang sama dalam pengambilan keputusan yang kolektif, Pembeberan kebenaran, yaitu adanya kesamaan peluang bagi setiap warga negara dalam rangka memberikan penilaian terhadap jalannya proses politik serta pemerintahan secara logis, Kontrol terakhir terhadap agenda, yaitu adanya eksklusif bagi masyarakat untuk menentukan agenda mana yang harus maupn tidak harus diputuskan melalui proses pemerintahan, termasuk mendelegasikan kekuasaan tersebut kepada orang lain atau lembaga-lembaga yang dapat mewakili mereka, Pencakupan, yaitu terliputnya masyarakat yang tercakup semua orang dewasaterkait dengan hukum.
Aksi bela Islam dari 411, 212, hingga yang terakir aksi 313. Akan terlalu kerdil kalau hanya melihat aksi yang terjadi itu hanya persolan agama dan bela agama, melainkan ini persolan sebuah kekuasaan politik dan eksistensi umat dalam kehidupan beragama. Banyak yang melihat, ada persolaan lambat dalam menangkap dan mempenjarakan para pelaku penistaan, seolah-olah negara sebesar Indonesia itu miliki segelintiran orang yang berkuasa, masyarakat hanya menjadi penonton melihat penguasa bermain drama. Melihat persolan ini, banyaknya suara-suara lantang dalam menyuarakan tidak ditanggapi serius, dan cenderung menyepelekan berbuntut aksi terus terjadi. Secara singkat aksi bela agama iya, aksi menuntut hak dan kewajiban sebagai warga negara itu yang menjadi penting dalam pengembangan permasalahan.
Alhasi para elit politik melakukan berbagai upaya dalam meredam aksi yang terjadi, tuduhan-tudahan tidak masuk akal terjadi seperti makar. Benarkan terjadi aksi tunggangan dalam aski bela Islam atau Polisi menyebutnya makar?. Sejauh ini aktivis-aktivis Islam dituding melakukan makar dalam aksi 411 seperti Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati Soekarnoputri, dan Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal. Polisi pun menuduh ada makar permufakatan yang dikatogorikan perbuatan delik formil. Artinya tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya suatu rencana-rencana, kesepakatan-kesepakatan permufakatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dapat dipolisikan.  Seperti hanyalah saat berbicara di warung kopi  dengan mengkeritisi pemerintahan dengan menuduh pemerintah telah gagal dalam menyelenggarakan negara, dan meminta mundur, hal ini sudah termasuk dalam upaya makar dan bisa ditangkap lalu dipenjarakan. Korbanya seperti Kivlan Zen, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, dan Rachmawati Soekarnoputri.
Lalu ada makar berkaitan dengan konten dan isi seperti yang dituduhkan kepada Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal yang berkaitan dengan konten di media sosial yang meyebarkan panghasutan kepada masyarakat luas, dan  menghujar kebencian terhadap isu-isu sara. Mereka pun terancam dengan pasal 28 ayat 2 UU informasi dan transaksi elektronik. Didunia media, ada seseorang dengan lantang menghina agama Islam dan disebarkan, yang kontennya menyinggung masalah sara, beberapa banyak yang anda jumpai?, jika memang seperti itu kenapa banyak yang masih berkeliaran para pelakunya?. Bagaimana bila ada seorang keritikus mengatakan “pemerintah telah gagal dalam meningkatkan kesejateraan masarakatnya dan menuntut untuk mundur para pemimpin”, apakah ini bentuk makar dalam bentuk konten dan isi?, jawablah.
Penggulingan kekuasaan yang sah seperti apa yang dimaksudkan? Ataukah makar hanya berlaku hanya untuk umat Islam saja?. Mungkinkah makar sengaja diciptakan untuk kepentingan teror intelejensia dalam peralihan isu yang berusaha mendiskreditkan umat Islam?. Aksi 313 menjadi titik jawaban benarkah itu semua, skenario apa yang akan diciptakan dalam mengubah persepsi yang berkembang dimasyarkaat. Penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath serta Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho, dan Mar'ad Fachri Said alias Andre menjelang aksi 313 didekat istanah, seolah menggambarkan adanya kesamaan pada saat jaman orde baru. Penangkapan dilakukan mendekati kesamaan dengan penculikan karena metode penangkapan yang dilakuan, meski pihak Polisi membantah itu dengan mengatakan itu bagian dari strategi penangkapan.
Sepakatkah tuduhan makar itu bentuk menyesatkan, dengan konteks subtantif dari sebuah pesan yang disampaikan. ada banyak sarat muatan politik didalamnya yang membuat keresahan didalam pemerintahan. Disebuah rumah, saat seorang anak menyampaikan pendapat tentang perilaku ayah yang tidak adil terhadap anaknya, lalu ayah tersebut justru memarahi dan menghukum. Apa yang akan tejadi, melawan, dia atau pasrah?, Nilai lah sendiri, bedakan mana nilai dan kepentingan.
Belajar dari kasus Daniel Maukar  yang melakukan aksi makar menggunakan pesawat tempur menyerang istana negara dan upaya pembunuhan persiden Sukarno dan diancam hukuman mati, akhirnya mendapat pengampunan dari Sukarno pada tahun 1964, hingga akhirnya dihukum 8 tahun penjara. Lalau bagaimana yang dilakukan dengan persiden saat ini?. jauh berbeda dengan kondisi saat ini, dimana ada upaya pengekangan yang dilakukan elit penguasa terhadap kebebasan menyampaikan pendapat. Indikasinya rakyat dibuat patuh dengan kehendak penguasa, yang tidak sepaham akan dihilangan, dengan cara moderen, bisa pembunuhan karakter atau karir, keduanya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan.    
Bagaimana menentukan logika ditengah kebebasan berpendapat, benar bebas harus dibatasi, bukan sebebas-bebasnya. Namun konteks kebebasan seperti apa yang harus dibatasi?, apakah penguasa itu yang menentukan kebebasan dengan memikirkan kepentingannya. Sebagai bangsa berbudi, menuduh yang bukan-bukan telah melanggar nilai budaya sebagai masyarakat bebudi luhur, seseorang tidak akan mengatakan kotor kalau dia tidak dikotori. Di Agama Islam makar itu bukan bagian ajaran Islam, bahkan dilarang, umat Islam selalu menjunjung tinggi pemimpin dan menghormatinya. Tidak ada upaya menggulingkan pemimpin, namun hal itu bisa saja terjadi mana kala pemimpin itu tidak amanah (tergantung situasi). harian orbit 5/4/17


anggap ini  sebuah pertanyaan
bagaimana menjalani kehidupan ditenggah kebebasan?
sudah sepantasnya, bahasa ibu berubah jadi bahasa bapak
mengerti?, jika tidak gunakan bahasa semi intelek saja atau sastra
sebagai ungkapan keritikan, bisa jadi itu sebuah kegelisahan bersama, anggap seperti itu, engkau akan mengerti, hitam dan putih politik negeri. hati-hatilah 

Dimana Pertolongan Allah?
Oleh:Yofiendi Indah Indainanto
Perbedaan memberikan pemahaman akan sebuah ketidaksamaan dalam setiap objek yang terbentuk. Semisal, ada sebuah cahaya yang teramat terang, dengan wacana berkembang, bagaimana itu dikatakan amat terang?, lalu bagaiman itu dibilang terang?. Jawabannya tidak terlepas dari sebuah kata pebedaan. Anggap sebuah cahaya terang, akan lebih dikatakan terang, manakala ada cahaya redup sebelumnya. Dengan kata lain terang memiliki perbedaan dengan gelap. Gelap dalam hukum fisika tidak pernah ada , hanya saja istilah gelap digambarkan dengan kondisi tidak adanya sama sekali cahaya. Lalu, apakah perbedaaan itu sebuah harmonisasi?.
Lalu apakah sebuah kata kebaikan akan selalu dibedakan dengan kejahatan?, jika emang iya, berarti Allah telah menciptakan baik dan buruk, mungkinkah seperti itu?. tunggu sebentar, kalau ada terang pasti adanya cahaya disekelilingnya, namun jika ada gelap karena ketidakadanya cahaya disekelilingnya. Kejahatan atau sikap buruk apakah diciptakan?, anggap itu pertanyaan dasar. Kebaikan sebuah kondisi sikap sesorang yang dekat dengan sang Pencipta, dengan contoh sikap dan tindakan yang mencerminakan sesuai dengan ajaran Islam. Kebaikan pula yang mengenalkan diri seseorang, terhadap dirinya dan hubungan terhadap Allah, sebagi bentuk tujuan hidup hamba dan sang pencipta. Hadis Rosulullah “Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhan-nya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa  mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh”.
Bagaimana dengan kejahatan?, kejahatan sama hanya dengan gelap, tidak pernah ada sebelumnya. Kejahatan menggambarkan sebuah kondisi seorang hamba jauh dari sang pencipta  yaitu Allah. Apakah Allah menciptkan kejahatan?. Adakah manusia dimuka bumi diciptakan untuk jahat?, atau kusus melakukan kejahatan?. Bayi yang lahir kedunia  saja dengan keadaan suci, tidaklah pernah dilahirkan untuk berbuat jahat. Ada sebuah gelas berwarnah putih, lalu gelas tersebut dituang dengan air, apa yang akan terlihat? Air dengan warna putih pastinya. Namun jika air putih yang tertuang didalam gelas terteteskan warnah merah, akan nampaklah air putih berubah warna. Begitu pula bayi tersebut yang akan terteteskan dengan berbagai proses kehidupan. keadaan jauh dari Allah akan membuat orang lupa tentang kebaikan yang diberikan, tentang nikmat-nikmat yang terbengkalai di sebuah padang kemaksuran, biasanya itu disebut kawah kejahatan.
Separovic (Weda, 1996:76) mengemukakan, Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pertama faktor personal, termasuk di dalamnya faktor biologis (umur, jenis kelamin, keadaan mental dan lain-lain) dan psikologis (agresivitas, kecerobohan, dan keteransingan), dan faktor situasional, seperti situasi konflik, faktor tempat dan waktu. Dalam situasi seperti ini akan sulit seseorang keluar dalam nyaman kejahatan meski seseorang tersebut salau dihantui dengan rasa ketakutan dan penyesalan. Kondisi seperti itu, membutuhkan sebuah pertolongan dan kasih sayang orang terdekat dalam menarik seseorang dalam zona kejahatan.
Berjuang melawan diri jauh lebih berat dibandingkan melawan orang lain dan keadaan. Melawan diri berarti melawan ketakutan yang terbentuk sebelumnya, artinya disinilah panggilan hati nurani sendang terjadi. Ketekatan itu membutuhkan dorongan orang sekeliling terutama yang dicintai. Al-Hakim al-Tirmidzi dalam kitab Adab al-Nafs menyebut, "Kalau engkau tak berjuang, pertolongan takkan datang. Engkau akan kalah dan tertawan syahwat dan hawa nafsu. Hati yang tertawan tak ubahnya seperti raja yang tertawan oleh musuh. Malah, mereka semua terkepung dan mudah ditaklukkan oleh maksiat dan kebatilan.".
Lalu dimanakah pertolongan Allah saat manusia terjebak dalam zona kejahatan?.  Akan ada pertanyaan seperti itu, mana kala banyaknya hambanya yang terjerumus dalam zona kejahatan, ataukah Allah tidak peduli lagi dengan hambanya?. Pertolongan Allah selau ada dalam setiap diri hambanya, meski hati hambanya tertutup benteng kabut hitam sekalipun. Sejatinya manusia memiliki sikap dan tindakan yang melegalakan sikap baik tumbuh dalam dirinya. Bukanlah Allah yang akan memberi pertolongan itu, melaikan hambanya sendri yang akan menolong dirinya keluar dari zona kejahatan. Allah akan terus menyadarkan dengan ciptaan di dunia, dengan kemegaahan tiada tara.
Untuk mendapatkan perlolongan dari Allah,  membutuhkan sikap dan pengorbanan. Cara yang dilakukan seperti memperbanyak istighfar, meminta perlindungan dari sikap kejahatan yang menghancurkan. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665), harus terus diutamakan dalam mengingat Allah.
Kemudian mendirikan solat sebagai tiang agama. Manusia akan kuat mana kalah, solatnya terjaga dengan baik. Seperti sebuah perjalan tanpa tujuan dan jalan akan membuat jalan yang dilalui selau kebingungan, meski orang disekeling selau mengingaktan dan memberi jalan. Tanpa ada kesadaran diri, tanpa ada kerelaaan, sebutan itu hanyalah komedi omong, datang dan pergi seperti angin ditengah terik panas matahari. Allah Berfirman “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikannya untuknya jalan keluar dan Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa berserah diri kepada Allahs semata niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya. Dan Allah telah menetapkan ketentuan atas segala sesuatu.” (QS. At-Thalaq.65: 2-3) 
Tak etis mana kala saat meminta pertolongan, tidak dibarengi dengan kepedulian dalam menolong sesama. Rosululah bersabda “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim dan at-Turmudzi). Saat menjulurkan tangan, tanggan itupula yang akan menariknya tangan orang. Hakekatnya setiap umat itu saling tolong-menolong dalam melawan kebatilan dalam dirinya maupun orang lain yang suatu saat akan menghancurkan dirinya dan umat. Seseorang tidak akan besar tanpa ada pertolongan dari orang lain, begitu juga orang lain itu. Satu bambu tidak akan kuat dalam membangun sebuah jembatan, meski bambu itu mampu membuatnya. Sebuah angan tidak akan mampu melawan keinginan tanpa adanya keyakinan. Keyakinan diri butuh dorongan dari orang lain, begitulah hakekat hidup.
Harmonisasi perbedaan akan membuat sesuatu itu berwarna, tapi yakinlah warna yang akan ditimbulkan memberikan manfaat bagi orang lain. Tanpa adanya warna dalam hidup, akan mengarahakan pada sikap kebosanan yang larinya pada sikap dan tindakan menjerumuskan. Tidak jarang banyak orang diluar sana sedang berada pada masa kebingungan, dengan tindakan-tindakan yang tidak disadarinya, anggap itu sebuah perjalanan panjang dalam hidup, sebagai pelengkapan perbedaan dalam setiap detik kehidupan, yang nantinya kebaikan terus menghampiri.
Sesungguhnya Allah itu amat dekat dengan hambannya. Allah s.w.t berfirman dalam  surah Al-Baqarah 2:186 “Dan sekiranya hamba-Ku bertanya tentang-Ku kepadamu (wahai Muhammad) maka (katakanlah) sesungguhnya Aku amat dekat.(Al-Baqarah 2:186). Maka nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan?. Harian Orbit 3/4/17


saya hanya menulis untuk kepuasan batin
semoga kelak ada tulisanku dibaca anak-anak dari pelosok negeri
saya percaya semangat mereka jauh berharga dibandingkan dengan kekayaan alam bangsa.
bagi engkau, para pewaris, lihatlah sekelilingmu
hudup bukan persolan nanti dan sekarang , tapi persolan pencari identitas diri 
kelak engkau akan tersenyum dalam kursi ayun, percayalah.

salam perintis. 

Rabu, 22 Maret 2017

Indonesia Darurat Pedofilia
Oleh :Yofiendi Indah Indainanto
Terungkapnya video dan konten foto korban pedofil melalui jaringan di media sosial Facebook belum lama ini, sangat menggegerkan masyarakat Indonesia, dan membuat orang tua resah. Pelaku kelainan mental dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah usia  atau pedofil, membrikan sebuah ancaman berati terhadap generasi muda. Pasalnya sasaran adalah  anak-anak yang sedang dalam proses berkembang. Pedofil seringkali diartikan sebagai kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual, biasanya usia belasan tahun. Sebagai kelainan mental, Pedofi memiliki klasifikasi di dalamnya. Pelakunya seperti mata rantai yang sulit ditumpas, tidak jarang  pedofil terus berkembang.
Berdasarkan penelitian dalam jurnal kriminal, Trend and Issue in Crime & Criminal Justice, mereka yang menjadi korban kekerasan seksual, 33 persen hingga 75 persen akan menjadi pelaku di masa mendatang, sehingga ada kemungkinan besar para korban pedofil jika tidak diberikan pembinaan akan memberikan ancaman berarti dengan beban troma berkepanjangan, sehingga mencari jalan singgkat untuk melampiaskannya. Besar kemungkinan pedofil terjadi akbiat adanya kesempatan. Anak menjadi pelampiasan dalam menyalurkan hasrat, bagi para pelaku penyimpangan.  
Menurut Plt Kepala Humas Kementrian Komunikasi dan Informatikan (kemenkominfo) Noor Iza saat diwawancari surat kabar nasional menuturkan terbongkarnya akun group facebook Official Candy’s yang menyebar konten pedofil dinilai tidak berdiri sendiri dan ada keterkaitan dengan jaringan Internasional.  Dalam laporan, akun Official Candy’s telah beranggota lebih dari 7.000 penggguna yang diketahui telah mengunggah konten-konten pedofil. Para anggota yang tergabung sejak september 2014 sudah ratusan video, gambar dan kisah para pedofil yang tersebar menjadi kosumsi anggota group. Dari 7.000 yang terlibat dalam akun tersebut Polda Metro Jaya telah menangkap M Bahrul Ulum alias Wawan (27), Illu Inaya (24), SHDW (16), DF alias T-Day (17), dan admin akun Aldi Atwandi Jauhar (24), para tersangka dijerat dengan pasal-pasal KUHP , Undang-Undang Nomer 11/2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, serta Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang pornografi. Dari penuturan Polda Metro Jaya masih banyak pelaku pedofil yang berkeliaran ditengah masyarakat.
Penggunaan media sosial untuk kejahatan seksual terhadap anak bukan kali ini tejadi, pada tahun 2016, Polisi juga mengungkap jaringan prostitusi sesama jenis yang korbannya anak-anak  dan remaja di kawasan Puncak,  Bogor. Sebanyak 99 remaja menjadi korban saat itu.  Fakta ini menjadi perhatian bersama bahwa ancaman pelaku Pedofil sedang mengintai. Ancaman ini jelas menjadi perhatian bersama, kala predator anak tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari masyarakat yang suatu saat akan memunculkan ancaman. Hampir 90% dari anak-anak yang mengalami pelecehan seksual, dilecehkan oleh orang yang mereka kenal, dan dari 10% sisanya, beberapa anak merupakan korban dari perdagangan seks. Melihat dari banyaknya korban, saat ini Indonesia  sedang darurat kejahatan pedofil.  
Penggunan media sosial yang bersifat tertutup, memberikan pertannyaan besar bagaimana perilaku ini tumbuh dan berkembang?, dari banyak media sosial, kebanyakan kantornya tidak berdiri di Indoneisa, itu menjadi ancaman berarti yang  berdampak pada pengawasan yang kurang. Sifat group yang tertutup, membuat banyak kasus serupa sulit diungkap. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam memutus rantai pedofilia.
Kejahatan tehadap anak merupakan bentuk kejahatan luar biasa. Hukumanya seharunya berat agar memberikan efek jera terhadap para pelaku.  Hukuman kebiri yang pernah diwacanakan presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, harusnya memiliki tindak lanjut penerapannya, meski banyak pihak menilai itu sebuah pelanggaran HAM. Kalau dihubungkan antara sebap dan akibat, para korban pedofil jelaslah HAMnya telah di renggut. Para korban cenderung mengalami gangguan pada kesehatan, seperti rasa nyeri di alat kelamin dan lubang dubur, gangguan kejiwaan, prestasi menurun serta saat dewasa anak memiliki beban trauma yang besar. kemungkinan menjadi pelaku pedofi menjadi sangat besar. Ini sangat ironis, pasanya korbanya adalah anak-anak. Dari banyak kasus nampaknya mata rantai pelaku pedofil terus berkembang.
Pelaku pedofil tidaklah menyadari bahwa yang dilakukan itu menyimpang. Mereka hanya meyakini perbuatan itu merupakan bentuk “cinta”, terhadap anak-anak. Sekitar 17% dari pelaku kejahatan seks pada anak cenderung untuk kembali mengulangi perbuatan yang sama dalam jangka waktu dua tahun. Bayangkan ketika banyak pelaku pedofil masih berkeliaran di lingkungan masyarakat akan menimbulkan petaka dikemudian hari. Indonesia dalam hal ini, tanpa adanya hukuman yang tegas, akan menimbulkan persepsi bagi para pelaku sebagai surganya pedofil. Memerangi pedofi adalah langkah yang tepat dalam melawan penyebaran perilaku ini dengan berbagai cara, salah satunya hukuman yang berat dan edukasi bahaya pedofil. Pemerintah harus melakukan pendekatan kultural di tengah masyarakat untuk bisa lebih luas menjangkau dan meningkatkan kesadaran akan bahaya podfilia.
Tingkatkan komunikasi
Edukasi dini pemahaman bahaya pedofil harus segera dilakukan. Orang tua sebagai pelindung anak memiliki peranan penting dalam menggelola dan mengkontrol anak untuk tumbuh dan berkembang. Memberikan pengetahuan tentang trik yang sering dilakukan oleh para perilaku pedofil, dengan tidak mudah percaya terhadap iming-iming yang diberikan para pelaku pedofil, nyatanya dapat mencegah. Para pelaku pedofi cenderung memiliki perilaku sama dalam meyakinakan korbanya. Dengan memberikan imbalan, menjanjikan sesuatu atau menyamar menjadi guru olahraga, maupun petugas keamanan bayak dilakukan. komunikasi baik yang terjalin antara anak dan orang tua akan memberikan rasa aman terhadap anak. Meski kesibukan orang tua itu beragam bentuk, faktanya menjalin komunikasi membentuk hubungan baik, karena anak itu membutuhakan perhatian dari orang tua.
Indonesia saat ini sedang mengalami darurat Pedofilia, yang mengancam kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus. Beban besar yang akan diterima anak-anak korban pedofil menjadi cambukan rasa penyelasan, bagaimana orang tua tidak menjadi pelindung anakanya?, pertanyaan ini pula yang akan menghantui. Orang tua harus mengajarkan cara berteman yang baik, mendorong menceritkan semua yang dilakukan.  Orang tua menjaga anak dan mendidik, guru memberikan pemahaman dan bahaya pedofilia sedangakan pemerintah kampanye antipedofilia. Jika semua kesatuan  ini berkerja dengan baik, pencegahan yang baik akan memutus rantai pedofilia tumbuh.
Sebagai bangsa yang  berbudi dan berkultur tinggi, membiarkan perilaku pedofil tumbuh sama halnya dengan menghancurkan moral, nilai dan etika yang diwariskan. Anak yang seharusnya mendapat perlindungan justru, mendapatkan ancaman masa depan. Ketika  anak hidup dalam penyesalaan dan trauma sikap gelisah akan selalu menghantui dalam setiap perjalanan hidup. Kejahatan pedofilia merupakan bentuk kejahatan luar biasa sehingga harus ada penanganan, perhaitan dan pemahaman luar biasa pula. Pelaku pedofilia bukan hanya sebatas hukuman, perlu pembinaan agar kasus serupa tidak terulang mana kala telah selesai dari masa hukuman.

Salam Perintis :Fakta membuktikan pelaku Pedofil setelah masuk penjara, kemungkinan 2 tahun kemudian mengulangi perbuatan